Sabtu, 31 Mei 2014
Disusun oleh
Parulian Sibuea
Parulian Sibuea
Bertahannya sebuah organisasi belajar adalah satu ilustrasi real yang
cukup ideal dari sebuah sekolah. Organisasi belajar adalah suatu
konsep dimana organisasi dianggap mampu untuk terus menerus melakukan
proses pembelajaran mandiri (self leraning) sehingga organisasi
tersebut memiliki ‘kecepatan berpikir dan bertindak’ dalam merespon
beragam perubahan yang muncul. Jurnal ini bertujuan untuk mengukur
sekolah sebagai organisasi belajar. Angket yang di adopsi dari buku
Building the Learning Organization yang ditulis oleh Marquardt
(2002) ini akan mencoba menjawab apakah sebuah sekolah sudah menjadi
organisasi belajar. Dalam paparan data yang akan disajikan adalah data
yang diambil pada sebuah organisasi di SMA Negeri 1 AP, Kab. Batu Bara,
Provinsi Sumatera Utara. Ada 5 dimensi yang akan diukur yaitu: (1)
dinamika pembelajaran, individu, grup atau tim, dan organisasi, (2)
transformasi organisasi : visi, budaya, strategi dan struktur, (3)
pemberdayaan warga sekolah: manager, karyawan/guru, pelanggan/ siswa,
rekanan, suplier dan komunitas, (4) manajemen pengetahuan: akuisisi,
kreasi, penyimpanan, pemulihan dan transfer, (5) aplikasi teknologi:
sistem pengetahuan informasi, pembelajaran berbasis teknologi dan sistem
pendukung kinerja elektronik.
Hasil pengukuran dapat dipaparkan sebagai berikut: (1) Pada bagian dinamika pembelajaran tersebut, jumlah skor adalah 26 dari 40 skor total, artinya 65% dinamika pembelajaran yang dilakukan oleh individu, grup maupun organisasi. kalau dihitung skor rata-ratanya adalah 2.6, berarti pelaksanaan subsistem Learning (pembelajaran) di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang baik, (2) Pada bagian transformasi organisasi tersebut, jumlah skor yang diperoleh adalah 28 dari skor total 40, artinya transformasi organisasi yang ada di SMAN 1 AP adalah 70%,
kalau dihitung skor rata-ratanya adalah 2.8, berarti pelaksanaan subsistem Organization di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang baik, baik itu transformasi visi, budaya, strategi maupun struktur yang ada, (3) Pada bagian pemberdayaan warga sekolah tersebut, jumlah skor yang diperoleh adalah 22 dari skor total 40, artinya pemberdayaan warga sekolah di SMAN 1 AP adalah 55%, kalau dihitung skor rata-ratanya adalah 2.2, berarti pelaksanaan subsistem pemberdayaan warga di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang baik, (4) Pada bagian Manajemen Pengetahuan tersebut, skor yang diperolah adalah 24 dari skor total 40, artinya penerapan manajemen pengetahuan di sekolah tersebut adalah 60%, kalau dihitung skor rata-ratanya adalah 2.4, berarti pelaksanaan subsistem knowledge (pengetahuan) di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang baik, (5) Pada bagian Aplikasi Teknologi tersebut, skor yang diperoleh adalah 25 dari skor total 40, atau sekitar 62.5% pemanfaatan teknologi yang diaplikasikan sekolah tersebut dalam proses pembelajaran maupun administrasi, kalau dihitung skor rata-ratanya adalah 2.5, berarti pelaksanaan subsistem teknologi di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang baik. Secara total skor yang diperoleh dari kelima subsistem di atas adalah 125 dari skor total 200, maka jika dipersentasekan tingkat pencapaian profil sekolah SMAN 1 AP sebagai organisasi belajar adalah 62.5 %, jika dihitung skor rata-ratanya adalah 2.5, berarti pelaksanaan Learning Organization (Organisasi belajar) dari kelima subsistem di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang BAIK.
Hasil pengukuran dapat dipaparkan sebagai berikut: (1) Pada bagian dinamika pembelajaran tersebut, jumlah skor adalah 26 dari 40 skor total, artinya 65% dinamika pembelajaran yang dilakukan oleh individu, grup maupun organisasi. kalau dihitung skor rata-ratanya adalah 2.6, berarti pelaksanaan subsistem Learning (pembelajaran) di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang baik, (2) Pada bagian transformasi organisasi tersebut, jumlah skor yang diperoleh adalah 28 dari skor total 40, artinya transformasi organisasi yang ada di SMAN 1 AP adalah 70%,
kalau dihitung skor rata-ratanya adalah 2.8, berarti pelaksanaan subsistem Organization di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang baik, baik itu transformasi visi, budaya, strategi maupun struktur yang ada, (3) Pada bagian pemberdayaan warga sekolah tersebut, jumlah skor yang diperoleh adalah 22 dari skor total 40, artinya pemberdayaan warga sekolah di SMAN 1 AP adalah 55%, kalau dihitung skor rata-ratanya adalah 2.2, berarti pelaksanaan subsistem pemberdayaan warga di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang baik, (4) Pada bagian Manajemen Pengetahuan tersebut, skor yang diperolah adalah 24 dari skor total 40, artinya penerapan manajemen pengetahuan di sekolah tersebut adalah 60%, kalau dihitung skor rata-ratanya adalah 2.4, berarti pelaksanaan subsistem knowledge (pengetahuan) di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang baik, (5) Pada bagian Aplikasi Teknologi tersebut, skor yang diperoleh adalah 25 dari skor total 40, atau sekitar 62.5% pemanfaatan teknologi yang diaplikasikan sekolah tersebut dalam proses pembelajaran maupun administrasi, kalau dihitung skor rata-ratanya adalah 2.5, berarti pelaksanaan subsistem teknologi di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang baik. Secara total skor yang diperoleh dari kelima subsistem di atas adalah 125 dari skor total 200, maka jika dipersentasekan tingkat pencapaian profil sekolah SMAN 1 AP sebagai organisasi belajar adalah 62.5 %, jika dihitung skor rata-ratanya adalah 2.5, berarti pelaksanaan Learning Organization (Organisasi belajar) dari kelima subsistem di SMAN 1 AP berada pada tingkatan yang BAIK.
Label:Parulian Sibuea
Author
- Danny Ivanno Ritonga (1)
- Gulmah Sugiarti (1)
- Hudson Sidabutar (1)
- Jainab (1)
- Lamhot Basani Sihombing (1)
- Parulian Sibuea (1)
- Resien (2)
- Sanggup Barus (1)
Entri Populer
-
LEARNING ORGANIZATION P ROFILE SMA METHODIST TANJUNG MORAWA Oleh : RESIEN 7117130025 resien.chiu@gmail.com ABSTRA...
-
Disusun oleh: Sanggup Barus Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui profil organisasi belajar Program Studi Idola Jurusan...
-
Oleh : Danny Ivanno Ritonga 7117130016 dannyivanno@yahoo.com Tugas individu artikel blog kepemimpinan dalam ...
-
Disusun Oleh: Gulmah Sugiarti Kampusku Sayang merupakan sebuah organisasi belajar tempat dimana orang menimba ilmu untuk ma...
-
Oleh : Lamhot Basani Sihombing 7117130023 lamhotsihombing51@yahoo.com Tugas individu artikel_blog_kepemimpinan_da...
-
Disusun Oleh Jainab Universitas Quality merupakan salah satu universitas yang ada di Kabupaten Karo yang terdiri dari lima Fakl...
-
Disusun oleh: Hudson Sidabutar hudsonsidabutar@yahoo.com Abstrak Sekolah suatu organisasi belajar yang dirancang...
-
Oleh : RESIEN 7117130025 resien.chiu@gmail.com ABSTRAK SMA Methodist Tanjung Morawa merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas yang ada d...
-
Disusun oleh Parulian Sibuea Bertahannya sebuah organisasi belajar adalah satu ilustrasi real yang cukup ideal dari sebuah...
